Selasa, 01 Mei 2012

Senja Kelana


Sore ini aku sedang duduk dihadapan komputer hanya melemaskan atau kalau bahasa jawane ngelayahke jemari tanganku ini. Sudah lama saya tidak menulis sesuatu yang berbau cerita atau menceritakkan sesuatu hmm kalau boleh memilih saya lebih suka membaca karya orang dan mengkritiknya daripada disuruh atau mungkin lebih tepatnya membuat suatu kata – kata yang sederhana yang nanti menjadi rangkaian yang sungguh saya tidak suka itu, tapi berhubung ada waktu di senja ini saya pun dengan terpaksa ingin sekali menceritakkan kisah saya sendiri. 

Berawal dari keinginan saya untuk bepergian dalam arti kata melancong pernah dong anda juga berkeinginan yang sama pergi kesuatu tempat asing dimana hanya ada anda dan tidak tau siapa – siapa dinegri asing tidak ada yang mengenal anda sehingga anda bisa asik menjelajahi setiap sudut – sudut dan menemukkan kisah anda sendiri seperti saya pernah dengar dari acara Pepy The Xplorer “jika anda petualang sejati tidak perlu peta cukup kaki yang akan menuntun kita, tersesat tidak apa – apa karena itu akan menunjukkan kita ketempat – tempat baru”.

Tapi disini masalahnya saya itu tidak pernah kesampean dalam melancong a.k.a bepergian saya Cuma bisa stop dimimpi saya saja hmmm memang agaknya mengecewakkan tapi Cuma dengan bermimpi yang tidak pake ongkos saya bisa tau kemana arah tujuan yang saya mau sebenarnya dan tanpa bermimpi kita tidak pernah tau apa itu cita – cita. 

Anehnya disetiap saya ingin pergi kesuatu tempat saya selalu membayangkkannya dulu dalam awang - awang seakan - akan saya sudah ada ditempat dimana saya tuju misalnya saja saya mau ke sriwedari maka saya tinggal duduk dan membayangkan bagaimana saya akan kesana , menggunakkan apa kesana, bagaimana saya bisa membeli banyak oleh - oleh, dan jalan - jalan apa saja yang harus saya lalui seperti saya masuk kedalam lorong waktu tetapi badan saya tetap pada kondisi duduk dan tidak ke sriwedari itu sendiri aneh memang tapi dirasa agak menyenangkkan bagi saya, yah namanya juga bayangan di awang - awang mana mungkin bisa merasakan kebenarannya, walaupun begitu saya pun bisa tau apa - apa saja yang harus saya lakukan jika saya jadi bepergian jadi didalam otak saya sudah terperinci hal apa saja yang harus dilakukkan dan juga yang tidak dilakukkan jadi saya lebih prepare.

Dari semua itu jika saya sudah masuk kedalam dunia lorong waktu saya a.k.a dunia awang - awang saya sudah merasa puas dan juga tidak lagi berkeinginan untuk pergi, tapi itu semua kan hanya khayalan semata karena kita harus tau membedakkan dunia nyata dan maya, Ini semua nggak usah terlalu diambil pusing yang penting jangan terlalu suka melamun karena melamun itu tidak enak dibody lagi juga ini cuma cerita di Senja Kelana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar