Sabtu, 01 Juni 2013

HoMe No.13

Th3 StoRy Is BegiN
Nama ku “nawa” umur ku 20th aku hidup sendiri disebuah kota kecil yang ini adalah pertama dalam hidup ku dan mungkin ini akan menjadi awal dari cerita ku dimulai.
Hari ini adalah hari senin ini adalah awal ku menempati rumah ke-2 ku tempatnya biasa sich yang penting layak bagi seorang gadis untuk menempatinya. Ini bisa lebih tepatnya disebut apartemen kecil soalnya tidak megah dan juga tidak murah banget heeh....
Rumah ke-2 ku ini keuntungan yang didapat dekat banget sama tempat ku bekerja, oh ya aku walau masih muda gini aku seorang part time job lover heeh.... soalnya aku orangnya cepet boring jadi nggak betah sama satu tempat, tapi kalo sudah suka sama sesuatu yang menarik pasti nggak bakal dilepasin.
Ini jadwal kerjaku:
Jam 05:00-06:00 :mengantar surat kabar+susu
Jam 07:00-13:00 :jadi tukang antar pizza
Jam 14:00-17:00 :kerja loundry
Jam 19:00-24:00 : kerja di minimarket
Nggak terasa capeknya sich tapi terasa udah menjadi kebiasaan, teman ku banyak mengeluh kenapa aku begitu kerasnya dalam bekerja padahal umurku masih muda. Emang bener sich lo dipikir tapi gimana donk aku kan orangnya cepat bosen apalagi ku belum punya pacar.....
Nah mungkin itu yang menjadi masalah hidupku tidak punya pacar membuatku menyibukkan diri agar aku lupa punya bahwa aku tidak punya pacar, lagipula hasil upahku kan lumayan buat masa depan juga heeh....
Back Then........     

Hari-hari ku berjalan normal pada awalnya hingga akhirnya aku merasa seperti ada bayangan disetiap aku melangkah tapi saat ku berbalik bayangan itu hilang???
It’s there just my illusion??
Ini terjadi saat aku mengantar surat kabar dipagi hari di rumah no.13  rumahnya agak sedikit spooky tidak terawat tiap pagi saat aku mengantar surat ada aja kertas yang ditempel disusu yang aku antar dihari sebelumnya dan kertas itu ada tulisannya Cuma tulisan “HI” sich tapi awalnya ku Cuma terseyum aja mungkin si pemilik mau mengucapkan rasa terimakasihnya padaku...
Lalu saat aku mulai ganti jam bekerja dijasa antar pizza aku mendapat pesanan kerumah no.13 lagi, biasanya kan membayar setelah dikirim tapi aku tidak pernah melihat orang yang memesan yang membayar hanya uang itu sudah ada didepan pintu dan ada tulisan disana lagi “taruh saja disitu dan terimakasih” hmmm ok its fine....
Lalu ini lagi di loundry pun begitu biasanya orang yang mau meloundry yang mengantar cuciannya kita tinggal membersihkan dan orangnya yang mengambil lagi, tapi tidak dengan rumah no.13 dia pesan antar sama kirim dari rumahnya dan tentunya cuciannya selalu sudah ada didepan pintu rumahnya dan selalu itu menjadi bagianku ckckck meyedihkan......
HHmmm hikzz...hikzzz begitupun juga diminimarket sama juga seperti di loundry tadi dia maunya jasa antar tapi memang sich kuakui bayarnya dobel lebih banyakk ya iya donk mintanya antar mulu.....
Rumor demi rumor kata para tetangga emang dia seperti itu dia tidak pernah keluar dari rumah itu lama sekali mereka tidak tau siapa pemilik rumah no.13 entah itu laki atau perempuan iihhh....
Tapi aku jadi penasaran kalau dia tidak pernah keluar rumah bagaimana dia bisa membayar semua jasa antar itu dengan uang lebih emang pekerjaannya apa???
Kalau kata ibu pemilik apartemenku dia itu anak seorang kaya raya terus lari dari rumah terus dia membawa kekayaan dari orang tuanya kerumah no.13, tapi kalau kata temanku dia itu versi edward cullen nyang takut sama sinar matahari hawduh pikirannya rancu....
Tapi lo para tetangga bilang dia punya harta terpendam didalam rumahnya soalnya banyak kejadian ada seorang pencuri yang mo merampok tapi ujungnya nggak berhasil soalnya mereka cemen kata tetangga si pencuri belum beberapa menit sudah lari terbirit-birit dari rumah no.13.....
Ini semakin buat aku penasaran,...

Sampai akhirnya tanpa ada angin dan hujan karena bos ku minimarket mau pindah keluar negeri karena anaknya ingin kuliah di hongkong jadi dengan terpaksa minimarket pun dijual beserta isinya dan otomatis akupun kehilangan salah satu pekerjaan ku hikkzzz....hikkzzz....
Mana kalo cari kerja nggak segampang membalikkan telapak tangan, walau ku masih punya pekerjaan lainnya sich tapi itu masih kurang buat aku...
Lalu saat aku mulai kesal dengan loker yang ada dikoran tidak ada loker buatku akupun membuat loker sendiri:
“ Anda Membutuhkan PRT,
Memang menunggu itu membosankan apalagi menunggu suatu panggilan untuk pekerjaan hmmm.... sudah hampir 2 minggu nich aku sudah mengisinya di bekerja di fotocopy lumayan sich ada aja yang difotocopy pa lagi kalo pelanggannya masih pelajar mudah banget ketebak lo nggak buku pelajaran ya hasil dari pelajaran diperkecil buat contekkan hihi....hihi... Cuma buat iseng-iseng doank kalo aku tanya buat apa?? Hmm dasar anak kecil, dulu aku nggak kayak gitu tapi daripada diperkecil mending bawa bukunya aja sekalian nggak usah keluar uang lagi heeh....

Balik lagi kelowongan pekerjaanku setelah hampir 11/2 bulan aku mendapat panggilan telepon katanya dia membutuhkan seorang PRT dirumahnya aku sich seneng aja tapi yang membuatku kaget ternyata orang itu adalah si pemilik rumah no.13...
Aku pun tidak mengatakan iya langsung aku mengatakn kepada orang tersebut akan aku beri jawaban nanti dulu, lalu aku pun berfikir mungkin ini merupakan kesempatan bagiku untuk tau siapa pemilik rumah no.13 dan beserta rahasia didalam rumah tersebut, tapi saat aku menceritakan hal tersebut kepada temanku ica, ica adalah teman saat aku bekerja di minimarket dia baik tapi agak sedikit gila soal hal-hal berbau twilight saga apalagi soal edward cullen itulah sebabnya dia berfikiran kalo rumah no.13 pasti seorang yang mirip edward versi dia, saat aku menceritakan bahwa orang yang akan menjadi tuanku nanti sipemilik rumah no.13 dia langsung antusias banget sampe dia mau gantiin posisiku hawduh salah tanya kayaknya ku...
Terus aku coba tanya Ibu Mira yang merupakan ibu pemilik apartemenku kini yang ku anggap orangtua penggantiku saat ku hidup sendiri di kota kecil ini dia agak lama sich jawabya Cuma diam lalu dia terseyum kecil tanda setuju tapi dia berpesan hati-hati saja disana yah sama lah jawabannya kayak si ica, tapi memang dari awal aku juga setuju aku bertanya hanya mencari terbaik dan perhatian saja sich heeh...

OKE let’s this Begin
Pagi ini kumulai bekerja aku sudah tidak bekerja mengantar koran dan susu karena tuanku yang baru dia mau aku bekerja dipagi hari jam 06:00 s/d 15:00 oke aku sanggup tapi setelah itu aku tetap kerja jadi kurir pizza tetep donk nggak mau rugi heeh...
Awalnya masih seperti dulu ada pesan tertulis didepan pintu yang isinya:
1)   Membersihkan halaman rumah
2)   Membersihkan kaca rumah
3)   Membersihkan ruangan didalam rumah
4)   Membersihkan kamar mandi
5)   Membersihkan gudang
Hari-1 banyak banget kerjaanya padahal kan rumahnya tidak terawat banget pasti banyak kotoran didalam rumah ini aigoo....aigoo
Saat aku memasuki rumah no.13 untuk pertama kali aku baca bismillah tentunya takut ada apa-apa heeh. Halamannya memang sengaja keliatan tidak terawat banyak tanaman liar tumbuh tinggi sempat aku terkejut ada bayangan tinggi besar diujung pagar tapi ternyata itu Cuma pohon saja heeh. Rumahnya type rumah modern tapi sederhana pantes banget dipesannya suruh membersihkan kaca karna rumahnya temboknya sedikit tapi ditutupi dengan banyak kaca, ini membuatku hampir ingat kata ica kalo yang punya seorang edward cullen karena difilmnya rumahnya banyak kacanya persis kayak di rumah no.13 woow, tapi itu Cuma luar kalo dalamnya nggak mungkin kayaknya, lets kita mulai membuka pintu utama kreek,,,..krekkk hupft agak spooky lalu aku langsung berucap assalamualaikum wr wb hmm sudah kuduga nggak bakal ada sahutan agak merinding sich kalo ada sahutannya soalnya aku belum siap untuk bertemu sama tuanku...
Ruangan dari rumah ini ternyata cukup luas daripada apartemen kecilku hikkzzz mungkin karena efek dinding kaca tadi, tidak begitu banyak ruangan didalamnya Cuma ruang tamu yang langsung berdekatan dengan dapur terus ada tangga keatas ada satu kamar diatas sepertinya itu kamar tuanku lalu dibawah pojok ada kamarmandi dan sebelahnya ada gudang, barang didalam rumah ini Cuma sedikit tidak apa-apa Cuma piano dipojok sebelah kanan rumah menghadap teras rumah tidak ada tv, menurutmu apakah mirip rumah edward cullen???? I dont think so .....
Aahhh sepertinya tidak akan ada yang menyambut kedatanganku dan akupun tidak mau mencari tuanku karena ku takut, mungkin aku segera mengerjakan tugasku takutnya keburu sore,....


Sampai di Home Sweet home hari pertama boring nggak ada yang seru nggak ada penampakan nggak ada darah sama sekali eehh emang apaan ica sampe pulang kecewa sama cerita ku nggak ada apa-apa dirumah itu ica cuma semangat saat aku bilang rumahnya hampir mirip sama punyanya edward setelahnya dia kecewa mati banget lalu dia pulang, bukan cuma ica aku pun juga kok nggak ketemu tuanku dan juga hmm pekerjaan ku belum selesai tadi bis kotor banget rumah itu karena aku nggak ketemu sama tuanku aku pun cuma meninggalkan messaging aja bahwa saya belum selesai besok saya lanjutkan thats it,...

Esoknya aku bangun lebih awal mau nyelesain pekerjaan ku yang seambrek masa bodoh jam 6 harus disana emang aku anak sekolah, jam 4 aku udah disana emang aku sengaja sich sapa tau kalu aku berangkat pagi aku bisa ketemu dia, karena hari ini aku saatnya bersihin ruangan dalam rumah termasuk kamar tuanku hihihi....
Kubuka pintu gerbang pelan-pelan biar tuanku tidak kedengaran saat aku masuk dihalaman sayup-sayup aku mendengar denting suara piano aku lalu terdiam ini apa mungkin tuanku ada dirumah lalu aku mengendap-endap masuk kerumah diam-diam dengan tanpa suara kubuka pintu dan kulihat duduk disana didepan piano ada bayangan seseorang memainkan piano tidak begitu jelas karena lampu tidak dinyalakan, namun saat aku mendengarkan dentingan piano seakan-akan aku tau lagu yang sedang dia alunkan seperti aku pernah mendengarnya disuatu tempat.
Saat hampir pas nada tinggi suara itu berhenti dan sepertinya dia menyadari kedatanganku dia pun berdiri sejenak melihatku tapi aku tetap tidak bisa dengan jelas melihat tampangnya dia tinggi rambutnya ikal sedikit agak gelombang panjang sebahu seperti tidak terawat mungkin karena dia habis bangun tidur sempat kukira dia perempuan tapi aku baru sadar dulu waktu dia pertama melepon ku suara yang terdengar adalah laki-laki hmm bukan hanya suara saja yang membuatku berfikir bahwa tuanku adalah laki-laki tapi karena sekilas aku lihat perawakan tubuhnya lebih seperti laki-laki daripada seorang perempuan. Lalu dia melangkah sedikit kedepan aku sempat kaget dan mundur sedikit lalu dia pun berbalik menuju kearah tangga ke arah kamarnya kembali hhmmm {{sial}}......

Saat aku menceritakan itu kepada ica dia marah padaku dia bilang,”harusnya kamu diam tidak bergerak malah mundur tentu saja pangeran edward ku pergi hikkzzz...” hawduh dasar ica, mungkin dia benar mungkin kalau aku diam dan bertahan sejenak aku akan tau siapa sebenarnya tuanku dan aku tidak akan penasaran lagi.
Esoknya aku mulai pagi jam 6 lagi aku tidak berangkat awal karena pekerjaanku sudah hampir selesai dan bukan karena itu juga aku merasa sunkan datang pagi paling aku tidak akan bertemu tuanku lagi pagi lagi dan mungkin dia tidak akan memainkan lagi piano itu hmmm jadi aku tidak mendengar dentingan itu lagi walau aku masih penasaran sich, lagi aku belum membersihkan kamar tuanku karena kemarin ternyata dia menyuruhku mengosongkan semua isi gudang tanpa terkecuali barang sekecil apapun keluar dari ruangan itu katanya sich mau diisi dengan barang baru dan lagi tentunya lewat pesan tertulis donk hhmm...
Moga-moga tugas hari ini adalah bersihin kamar tuanku soalnya aku udah penasaran beunget nggak nahan dech.
Harapan itu emang dari dulu nggak boleh terlalu tinggi soalnya lo nggak kecapean pastinya sedih luar biasa, terbukti kok hari ini aku disuruh tuanku absolutely untuk memasukkan barang-barang baru itu kedalam ruangan yang dulunya gudang terus aku udah sulap menjadi kamar baru heeh....anehnya kenapa nggak sekalian aja sich sama nyang anter tadi iih nyebelin padahal barangnya berupa kasur baru, lemari terus meja sama kursi hawduh bayangin dech betapa berat semua itu, karena tuanku tidak pernah liat aku saat bekerja dengan sangat terpaksa maaf ya hihi akupun minta bantu tukang yang anterin suruh bantu aku masukin barang itu sebelum mereka pergi heeh.....
Ini nich bagian yang paling aku tunggu saatnya membersihkan bagian tingkat dua rumah ini dan termasuk kamar tuanku. Saat berada di tingkat dua disana pun tidak ada barang hanya sebuah lukisan besar yang gambarnya seperti seorang anak kecil yang berada dipangkuan seorang ibu sempat aku tidak sadar airmataku tiba-tiba menetes melihat gambar anak kecil itu tanpa sadar tanganku pun mengusap wajah dan rambut anak kecil itu. Hatiku agar teriris entah kenapa??, lalu saat aku berbalik aku membentur sesuatu yang berat aku sadar itu bukan dinding tentunya lalu aku melihat kebawah ada sebuah kaki yang panjang lalu dengan perlahan ku gerakkan kepalaku dari ujung kaki keatas dia berpakaian dengan celana panjang tapi agak congkrak dan berwarna hitam bajunya putih lengan panjang seperti sebuah kaos polos tidak begitu bersih mulai berwarna agak kecoklatan lalu terlintas ini pakaian seperti anak yang ada dilukisan itu, lalu saat aku mulai menatap wajahnya seperti penglihatanku dipagi itu saat dia memainkan piano itu masih sama rambut ikal sebahu tidak terawat dan wajah lonjong kulit coklat tapi nggak coklat banget terus agak tirus seperti kurang makan warna matanya pun coklat dan matanya tajam menatapku seakan ingin memakanku tapi aku malah merasa kasihan bukan takut bibirnya pecah-pecah menambah aku semakin sedih terhadapnya hidungnya mancung keseluruhannya lo singkat dia sebenarnya tampan kalo dia terseyum dan mau merawat tubuhnya, karena tubuhnya tegap kok dan cukup berisi sedikit tapi nggak gemuk kok, mungkin nggak mirip edward tapi mirip jacob saat belum menjadi werewolf. Aku pun tertegun sejenak ingin rasanya kumemeluk dia, dia kelihatan kepian selama ini dirumah ini sendiri walau dia berbadan tegap dan mata yang tajam tapi aku tau didalam nya dia sendirian, tapi aku tidak bisa. Lalu aku memecah suasana dengan terseyum mungkin dia akan ikut terseyum, tapi tidak lalu aku mengucapkan selamat pagi tuan tentu saja dia tidak akan menjawab lalu aku berkata,”saya sekarang disini mau membersihkan kamar tuan, bolehkan saya masuk kekamar tuan”, lalu dia menatapku sejenak masih dengan ekspresi yang sama dan tatapan yang sama, lalu dia hanya memberikan anggukan sekilas lalu aku mengartikannya dengan iya.

Kamar tuanku ternyata beda dari pikiranku selama ini kamar ini lebih terawat dari ruangan lain bahkan mungkin ruangan paling bersih dirumah ini. Didalamnya pun hanya ada sebuah kasur tapi bukan kasur lebih seperti kursi panjang tapi diberi beberapa bantal dan selimut, ada karpet, ada cd player dan sebuah almari tapi aku sangsi disana ada baju atau pakaian-pakaian karena kalau aku lihat tuanku pakaian yang dia pakai seperti sudah lama tidak ganti hmmm... Lalu karena ruangan ini sudah bersih akupun hanya menyapu dan melap saja bila ada debu lalu akupun meninggalkan kamar tersebut. Saat aku keluar tuanku tidak ada diluar kamar aku pun mengira dia sudah pergi mungkin, saat aku turun kebawah dia sedang duduk didepan piano dia pun melihatku turun dari tangga, entah mengapa melihatnya berada ditempat yang lebih terang membuat dia tampak lebih baik dari pada ditempat yang gelap. Lalu aku pun menghampirinya aku ingin menanyakan apa ada lagi yang igin dia inginkan untuk aku kerjakan berharap dia bicara daripada dia bicara lewat kertas. Saat aku mendekat padanya aku mulai menyadari beberapa titik wajahnya yang tidak tampak saat aku melihatnya diatas tadi mungkin yang dikatakan oleh Ibu Mira benar bahawa dia dulu sempat menjadi anak orang kaya karena saat terkena cahaya matahari ada garis-garis wajahnya yang dulu ku rasa dia pernah hidup berkecukupan.



Dan lalu aku bertanya padanya, “apakah ada lagi yang tuanku inginkan aku kerjakan”?
Lama aku menunggu jawabnya ckck mungkin aku sebaiknya pergi untuk mengerjakan yang lainnya saja mungkin dia tetap tidak akan berbicara pada akhirnya, lalu aku pun akan berbalik mundur seketika aku mendengar dia mengatakan, “ maukah kamu untuk sementara waktu tinggal didalam rumah ini”..........
{{what it’s true}} aku agak kaget mendengar dia bilang itu kepadaku aku Cuma diam.

Lalu kamu bilang tidak, kata ica, ya nggak sich lebih tepatnya belum aku bilang padanya beri aku waktu dulu buat beri dia jawaban. Kenapa nggak langsung aja kamu bilang tidak nanti kalau kamu disana terus tiba-tiba aja dia mau berbuat jahat terus dia mau buat kamu jadi tumbal apa gitu gimana,... Hawduh ica ya nggak mungkin donk dia baik kok lagian juga kamu kan yang dari awal suruh aku kesana terus berharap pengen banget liat pangeran edward mu tuch terus sekarang bilang nggak gimana sich. Emang sich kamu benar tapi yang aku mau pangeran edward bukannya monster, hush jangan bilang gitu walau bagaimanapun penampilannya dia tetep manusia normal tau, iih nawa kamu dech yang mulai nggak normal mending besok kamu mulai resign sebelum kamu berubah jadi monster juga, walau fee nya gede tapi kan bisa cari ditempat lain nanti aku bantuin cari dech atau jangan-jangan ini bukan karena fee tapi karena kamu mulai suka sama si monster iya kan.... eeh nggak gitu juga kali lagi namanya bukan monster tapi titto, tuch kan sekarang udah tau namanya hawduh icaaaa!!!!.....
Emang sich tanpa sadar aku mulai respect sama dia ternyata namanya titto aku tau saat aku bersihin kamarnya disana ada kalung bertulisan titto BP, yang BP aku nggak tau pa mungkin masih saudara sama bambang pamungkas ya heeeh.... Dan kejelasan buat besok aku masih bingung, mungkin aku tanya dulu sama Ibu Mira.
Kalo menurut ibu nggak papa kok kalo kamu nggak betah kan bisa keluar nanti biar ibu yang bilang sama pak. Rt biar nanti nggak banyak omongan orang yang aneh-aneh soal kamu ok terus soal kamu tinggal di apartemen ini gampang kan kamu udah ibu anggap seperti anak sendiri. Hmm omongan Ibu Mira emang selalu jadi yang pertama buat aku denger tapi kenapa Ibu Mira langsung setuju aja beda waktu pertama aku kasih kabar aku diterima kerja di rumah itu hmm mungkin karena mendengar kisahku kali jadi dia juga ikut kasihan sama nasib titto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar