Selasa, 31 Desember 2013

You Never Alone.....


Oh my why... Oh my wow kurang beberapa jam lagi udah pergantian taun aja, kamu tau ga tahun lalu sepupuku weni bisa terbang ke australia, masa kok bisa? Iya bisa dong, gimana caranya coba kita kan tidak bisa terbang sampai sejauh itu coba.... O-o... Gini lo emang sih kita nggak bakal bisa terbang sampai setinggi itu, tapi karena sepupuku itu dia dibawa atau mungkin lebih tepatnya ditemukan oleh seorang anak kecil yang kebetulan sedang berjalan ditaman, dia nggak sengaja melihat sepupuku tersangkut dipohon, lalu anak itu mengambil sepupuku dan membawa pulang bersama anak kecil itu ke rumahnya yang kebetulan ada di aussy. Ow begitu to ceritanya aku kira gimana gitu....

Hihi aku Cuma bisa terseyum mendengar cerita dari temenku itu, yap benar kami adalah benda yang selalu digunakan oleh manusia untuk merayakan acara apapun, karena kami adalah sebuah balon. Namaku Kely aku adalah balon berwarna merah, aku selalu menantikan hari-hari besar bersama teman-temanku, agar kami bisa membahagiakan orang disekitar kami dan juga itu adalah moment dimana aku bisa merasakan arti dari freedom, heem menyenangkan bukan? Bukankah kamu juga begitu.

Memang aku suka akan hari-hari besar itu, tapi hari yang paling aku tunggu adalah malam ini, malam pergantian tahun baru dimana aku akan terbang dilangit yang tidak hanya berwarna biru atau hitam yang hanya ada segelintir cahaya dari kejauhan yang berupa titik-titik cahaya, tapi malam ini beda aku akan terbang ditemani beribu cahaya dari ujung-ujung dunia oleh nyalanya kembang api yang dinyalakan oleh manusia dan juga ditemani teman-teman, bisakah kau membayangkannya betapa itu begitu indah di langit sana...

Temanku berfikir aku gila jika ingin terbang tinggi mendekati nyalanya kembang api itu, karena itu hanya akan mematikan diriku dengan cepat. Tapi itu tak masalah buatku, aku terseyum pada mereka ini bukanlah hal yang perlu kau takutkan kawan karena ini adalah hal yang menabjubkan bagiku. Karena aku ingin merasakan tempat indah itu hehe....

Waktu pun berlalu begitu cepat tinggal beberapa menit lagi aku dan teman-temanku akan terbang ke langit yang indah itu, kami semua tidak sabar, aku dalam kumpulan balon berwarna merah dan hijau, dan diujung panggung ada balon berwarna kuning dan putih. Aku mulai merasakan detak jantungku walau ku nggak punya tapi aku ibaratkan suara dentuman dram untuk menandakan hitungan mundur itu adalah jantungku. Lalu pembawa acara mulai mengatakan Tahun Baru 2014 mulai datang ayo guys kita hitung mundur bersama-sama mulai dari hitungan >>> 3...... 2...... 1...........DoOrRrr....
Tali-tali yang mengekang kami pun mulai putus, aku mulai merasakan angin diwajahku aroma freedom itu memanggilku aku bersama teman-temanku pun mulai naik naik naik menuju langit yang indah dan juga cahaya dan suara kembang api menemani jalan kami naik kelangit yang indah itu seakan-akan mengiringi jalan kami.

Horee... aku melesat mendahului teman-temanku, Hei aku tak peduli teman yang ku senggol dan hampir tertabrak dengan teman lainnya aku tak sadarkan diri yang aku mau hanya menuju langit indah itu, hingga aku pun tak sadar sesuatu yang keras menghantamku, dan itu adalah kembang api yang selalu ku ingin temui dia terseyum padaku, tapi seyum yang begitu sinis dan aku tersadar dia akan membunuhku, aku pun sempat menghindar dan menabrak beberapa temanku dan akhirnya kini aku sama dengan nasip si weni sepupu temanku itu, aku tersangkut didahan pohon, aku hanya bisa diam melihat temanku yang berhasil menuju langit yang indah itu, aku hanya bisa bersedih dan berdiam diri merenungkan semua impianku yang gagal....

Pagi harinya aku terbangun, angin dalam badanku mulai menipis, aku menyesal akan perbuatanku yang tidak mengindahkan perkataan temanku harusnya aku lebih bersabar tidak harus cepat-cepat pergi ke langit, dan sadar akan diriku sendiri yang hanya sebuah balon.

Ayah-ayah lihat itu ada balon lucu tapi kasian dia tersangkut, ambilin dong yah. Aku terbangun dari tidurku dan melihat sebuah tangan hangat kecil yang membebaskan aku dari jerat ini. Ayah turunin aku udah dapat nich bagus dech yah warnanya merah. Iya adit bagus kaya warna bajumu, tapi sepertinya sudah agak mengecil balonnya biar ayah tiup dulu ya. Ini balonnya, terimakasih yah. Aku pun menangis .
Apakah nasibku juga sama dengan weni yang akan pergi ke australia....

Kaki kecilnya membawaku dalam sebuah rumah kecil yang terbuat dari kardus, aku sedikit terhenyak. Walaupun begitu seyum anak kecil ini begitu membuatku tenang entah mengapa ini adalah rasa yang selalu kudambakan bukan seperti impianku yang begitu ingin terbang kelangit indah itu lagi, tapi rasa dimana setiap balon sejati punya yaitu membahagiakan orang disekitar kami. Aku pun tersadar dan terseyum kurasa aku telah menemukan langit indah itu. Aku akan selalu menemani anak ini dan membahagiakan dia dan orang yang dikasihinya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar